Jumat, 23 Oktober 2009

Bupati Kuansing Terima Penghargaan Presiden
Friday, August 14, 2009 at 6:45pm
Satya Lencana Pembangunan
Sumber: riaupos.com
Laporan DESRIANDI CANDRA, Teluk Kuantan desriandicandra@riaupos.com
BupatI Kuansing H Sukarmis, bakal menerima Penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY. Penyerahan penghargaan tersebut akan di serahkan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2009.

Rencananya, penghargaan ini akan diserahkan langsung Presiden RI SBY di Istana Negara Jakarta. Namun karena kondisi keamananan nasional, penghargaan Satya Lencana Pembangunan pada Bupati Kuansing H Sukarmis dan sejumlah pejabatan bupati/waliko lainnya se Indonesia akan diserahkan Menteri Dalam Negeri RI Mardiyanto.

‘’Karena gangguan keamanan nasional, penghargaan ini akan diserahkan Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI,’’ kata Sekda Kuansing Drs H Zulkifli MSi yang ditemui Riau Pos, usai pelaksanaan Hari Pramuka Jumat (14/8) di lapangan Limuno Teluk Kuantan.

Menurut Sekda H Zulkifli, dari informasi Bupati Kuansing H Sukarmis adalah satu-satunya bupati di Riau yang menerima penghargaan dari Presiden RI untuk tahun 2009 ini. Terpilihnya Bupati Kuansing H Sukarmis menerima penghargaan ini, menurut H Zulkifli ada beberapa kriteria yang dinilai. Yakni pembukaan isolasi daerah, pengembangan bidang keagamaan, penilaian ketahanan pangan, pembinaan bidang koperasi, penataan perkantoran dan perkotaan serta bidang pendidikan.

Saat ini, Pemkab Kuansing telah membuka keterisolasian daerah yang membelenggu banyak desa di Kabupaten Kuansing diawal-awal menjadi kabupaten, dengan membuka jalan-jalan baru yang menghubungkan desa di Kuansing.

Karena itu, sasaran Pemkab Kuansing jalan-jalan yang menghubungkan urat nadi desa tersebut ditingkatkan infrastrukturnya dengan mengaspal, perbaikan listrik. Namun untuk masalah kelistrikan ini yang menjadi hambatan adalah keterbatasan daya.

Sedangkan untuk pangan, saat ini Kuansing telah melaksanakan program IP 200 (program dua kali tanam), peningkatan pelayanan kesehatan dengan menggalakkan program KB, perawat yang terpilih jadi utusan nasional mewakili provinsi Riau, dua desa di Kuansing yang terpilih sebagai pemenang lomba tingkat Provinsi Riau, bidang pendidikan yang juga mengalami peningkatan dengan di tandai keberhasilan Kuansing meraih peringkat pertama di Riau hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA 2009, peringkat empat untuk hasil Ujian Nasional SMP di Riau dan peringkat empat untuk SD hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) se Riau 2009.

Dengan demikian, dalam Pelaksanaan HUT R Kemerdekaan RI, yang menjadi Inspektur Upacara Wakil Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi. Saat ini, panitia HUT Kemerdekaan RI sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk mengundang komponen masyarakat Kuansing seperti, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakat, kepala desa, BPD se Kuantan Tengah. ‘’Kita berharap, mereka yang diundang bisa hadir dalam upaya detik-detik Peringatan HUT Kemerdekaan RI ini,’’ ujarnya. Pasalnya, meski Pemkab maupun panitia sudah menyampaikan undangan, banyak di antaranya yang tak menghadiri. Padahal, ini adalah peringatan detik-detik kemerdekaan RI yang sudah susah payah direbut para pejuangan dimasa lalu.(nto)

Rabu, 27 Mei 2009

 PIKIRAN RAKYAT -KHAZANAH     -     Jum'at, 07 November 2003

Musik Erhu Bangkit dari Ketertindasan
Seandainya roh kebudayaan Indonesia memperlihatkan lapis-lapis kesenian rakyat yang mewakili seluruh etnik penghuni bumi pertiwi ini, di salah satu lapis pasti akan tampak khazanah kesenian yang mewakili etnik Cina atau Tionghoa. Namun, barangkali kekayaan karya seni masyarakat keturunan Cina yang bernapaskan tradisi negeri leluhur itu, sejauh ini masih belum dianggap sebagai kesenian rakyat sebagaimana karya seni masyarakat etnik lain.

Karya seni etnik Cina di Indonesia yang juga dikenal sebagai kesenian Mandarin, secara formal memang belum pernah mendapat pengakuan sebagai kesenian rakyat. Meskipun demikian, bersamaan dengan menggeloranya gerakan reformasi yang ditandai dengan iklim kebebasan, masyarakat Cina yang termasuk bagian dari rakyat Indonesia memperoleh hak kebebasan yang sama dalam mengekspresikan karya seninya. Salah satu karya seni musik Mandarin yang berkembang secara lestari di Solo, adalah musik Erhu yang dengan setia ditekuni dan dipelihara musisi Budi Kristianto Tandiyo.

Seni musik Erhu adalah kesenian yang memanfaatkan instrumen musik gesek rebab Cina, tidak berbeda dengan rebab dalam seni karawitan Jawa atau biola yang digesek dalam posisi berdiri. Musik Erhu, menurut Budi, di negeri asalnya daratan Tiongkok lebih banyak digunakan untuk mengiringi pementasan wayang Potehi. Irama alat musik Erhu yang konon dikembangkan seseorang bernama Sin Chiang yang meniru dari perangkat bunyi-bunyian dari "jantung Asia" Mongolia itu, di masa lalu juga banyak terdengar di kelenteng-kelenteng tempat wayang Potehi dipentaskan.

Universalitas seni musik Erhu yang diadaptasikan ke bumi nusantara, ternyata tidak menjadikan irama dari efek getar dawainya asing di telinga masyarakat Indonesia. Instrumen musik Erhu yang biasanya hanya untuk mengiringi adegan-adegan wayang Potehi dengan irama monotonis, di tangan musisi Budi menjadi sangat kaya warna dan memenuhi citarasa siapa saja. Musisi peranakan Cina yang lahir dan dibesarkan di Kota Solo itu, begitu piawai mengaransir lagu-lagu dengan iringan gesekan musik Erhu yang akrab dengan semua lapisan pendengarnya. Seusai menggelar musik Erhu bersama dua puteri dan seorang saudara sepupunya dalam pentas budaya Mandarin, di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Mesen, Solo, baru-baru ini, Budi mengungkapkan, dia mengenal musik Erhu sejak usia 10 tahun. Musisi berusia 55 tahun tersebut, pada awalnya berguru menggesek instrumen musik rebab Cina itu kepada seorang pemain dan musisi pengiring wayang Potehi, almarhum Liem Tan Kwan.

Sepeninggal gurunya Liem Tan Kwan yang hanya sempat mengajarnya sekira dua tahun, Budi yang telah menguasai teknik memainkan instrumen musik Erhu, terpaksa beralih berlatih instrumen musik biola. Selama belajar biola itu, musisi yang sehari-hari sebagai pengusaha alat-alat berat itu melakukan eksplorasi memainkan instrumen musik Erhu menggunakan partitur seni musik modern. Hasilnya, getaran dawai instrumen musik Erhu dengan warna suaranya yang khas, mampu menghasilkan irama instrumentalia lagu-lagu apapun -- selain lagu-lagu tradisional Cina juga lagu daerah, lagu berirama pop maupun lagu-lagu Barat -- menurut kehendak musisinya.

Dalam pentas yang lalu, Budi dan kerabatnya menyajikan sederet lagu yang bercirikan citarasa berbeda-beda, seperti lagu Mandarin "Sie Yang Yang" yang melukiskan suasana perayaan di Tiongkok, lagu legendaris "Bengawan Solo", lantunan lagu yang melukiskan semangat persatupaduan, termasuk lagu-lagu lain yang berirama Barat atau pop Indonesia dan lagu-lagu daerah. Dominasi irama instrumen musik Erhu yang dipadu dengan alat musik perkusi tradisional juga khas Cina yang disebut "yung gim", serta dilengkapi instrumen electone organ, menjadikan seni musik Erhu semakin hidup dan kaya warna

Apabila kita mau mengakui secara jujur, yang namanya rakyat Indonesia sebenarnya bukan hanya mereka yang lahir sebagai suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Dayak, Bugis, dan suku-suku lain. Namun, etnis yang berasal dari Arab, India, dan sebagainya, termasuk etnis Cina yang lahir dan dibesarkan di Indonesia, adalah rakyat Indonesia. Dari sini barangkali bisa dipahami, bahwa seni musik Erhu maupun karya seni lain, seperti liong dan samsu yang dilestarikan masyarakat Cina di Indonesia, adalah juga kesenian rakyat yang tidak berbeda dengan kesenian rebana yang bernapaskan Timur Tengah atau orkes melayu yang mengadaptasi musik India.

Musisi Budi Kristianto Tandiyo yang menggeluti instrumen musik Erhu sejak bocah adalah salah seorang yang telah lama mengalami penindasan budaya akibat terkena peraturan yang melarang pelaksanaan tradisi budaya Cina. Kalau sekarang dia masih setia berkesenian musik Erhu -- di samping sebagai musisi biola yang cukup andal -- itu bukan disebabkan masih adanya ikatan batin dengan para leluhurnya, namun karena dia ingin melestarikan karya seni yang dipandangnya universal itu.

Selama dalam suasana penindasan budaya -- setidaknya sepanjang pemerintah Orde Baru 32 tahun -- Budi yang sempat memuseumkan instrumen Erhu di almarinya semakin tekun belajar menggesek biola. Sebagai musisi yang pada awalnya berlatih menggesek dawai rebab Cina yang disebut Erhu, menganggap bermain biola lebih mudah ketimbang memainkan instrumen Erhu.

"Kesulitan memainkan instrumen musik Erhu terletak pada teknik menekan dawai di tongkat nada. Berbeda dengan biola yang pada tongkatnya terdapat tuts pengatur nada, pada tongkat nada rebab Cina Erhu tidak ada tutsnya. Pengaturan nada pada Erhu lebih banyak menggunakan perasaan," jelas Budi penuh semangat.

Tingkat kesulitan dalam memainkan rebab Cina itu, dianggap Budi sebagai sebuah keberuntungan yang memudahkan dia menguasai teknik permainan biola. Sebab dalam teknik bermain Erhu, para pemain bisa mengekspresikan berbagai warna suara, termasuk tiga macam nada vibratto, seperti untuk melukiskan suasana batin yang sedih, luapan emosi saat marah dan semacamnya. Kendati demikian, sebagai musisi yang sangat menguasai permainan biola, Budi tetap merasa instrumen musik biola lebih ekspresif karena alat musik dari Barat itu memiliki lebih banyak nada dengan tingkat presisi lebih baik dibanding Erhu.

Atmosfer kebebasan yang berhembus sejak Presiden Gus Dur berkuasa sampai masa kini, tidak pernah disia-siakan Budi Kristianto. Berbekal sebuah rebab Cina yang semula dia kandangkan di almari, yang kemudian ditambah dengan alat baru yang dia beli dari Tiongkok, dalam beberapa tahun terakhir Budi dengan semangat melatih anak-anaknya maupun beberapa orang yang berminat bermain musik Erhu. Dia terpaksa melakukan pelatihan sendiri sebab sisa-sisa pemain musik Erhu di Indonesia tinggal beberapa orang saja dan itu pun sudah berusia tua yang bermukim di berbagai tempat.

Hasil jerih payah musisi instrumen tradisional Cina itu kini mulai menampakkan hasil. Beberapa orang musisi binaannya kini bisa dikatakan sudah jadi dan terampil memainkan rebab Cina, yang berdasarkan sejarah berasal dari Mongolia dan dikembangkan bangsa Han di Tiongkok tersebut.

Kebangkitan seni musik tradisional Erhu kini memang belum populer. Menurut Budi, dia bersama kelompoknya belum banyak tampil di pentas-pentas berskala akbar. Dia menyebut, meskipun penampilan para pemusik Erhu kelompok Budi cukup memukau, selama ini mereka menyebut masih terbiasa main dari rumah ke rumah. Penampilan di pentas, katanya, masih bisa dihitung dengan jari, antara lain di auditorium Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dua kali, di "Jendela Budaya" Bandung dengan dukungan etnis Cina nonteknik lift sekali dan di beberapa tempat lain termasuk saat tampil sepentas dengan para pemusik dari RRC.

Dalam menggairahkan seni musik Erhu di Indonesia yang dalam pandangannya sudah menjadi bagian dari kesenian rakyat Indonesia, Budi mengangankan suatu saat instrumen rebab Cina yang kini masih harus impor dari Tiongkok dapat diproduksi lagi di tanah air. Sebelum munculnya larangan terhadap upacara tradisi dan budaya Cina yang berdampak dengan terkuburnya kesenian tradisional Cina, alat musik Erhu pernah diproduksi di Semarang. Akibat belum adanya pembuat alat musik gesek tradisional itu, Budi maupun para pemusik rebab Cina itu harus mendatangkannya dari Cina, dengan harga 3.000 yen atau setara Rp 15 juta untuk sebuah instrumen Erhu.

Apakah obsesi itu, termasuk semangatnya untuk mengembangkan Erhu sebagai salah satu jenis kesenian rakyat akan berhasil? Kita tunggu saja! (Tok Suwarto/"PR")***


Home
1

Selasa, 26 Mei 2009

i_wiet

Nama : Widya Irawati
Kelas : Xi IPA3
GBS : Ronaldo Rozalino
Sekolah : SMA Pintar Kab.Kuantan singingi
ART OF CULTURE

Minggu, 2008 November 23

Seni " Tari saman "


Tari Saman adalah sebuah tarian adat yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat dan masyarakat Aceh. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. erakanSelain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nama tarian "Saman" diperoleh dari salah satu ulama besar NAD, Syech Saman.

Makna dan Fungsi

Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (Dakwah). Tarian ini mencerminkan Pendidikan, Keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan group sepangkalan ( dua group ). Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing group dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.


Nyanyian

Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Gerakan

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada.Diduga,ketika menyebarkan agama islam,syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno,kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudakan dakwahnya.Dalam konteks kekinian,tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang,kirep,lingang,surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo)


Definisi Seni
adalah kesanggupan akal manusia untuk menciptakan sesuatu karya yang bermutu dan bernilai tinggi.
Definisi Masyarakat
adalah kumpulan dari manusia yang tinggal secara bersama-sama dalam satu lingkungan tertentu
n
Masyarakat Manusia (Budi + Daya + Karsa)
*Seni berasal dari kata Sani yang artinya Jiwa yang luhur / ketulusan hati.
*Seni dapat pula dikatakan sebagai sebuah “Art” yang artinya barang / karya sebuah kegiatan.

*Seni menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai suatu karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa.
*Seni adalah karya yang berasal dari peniruan bentuk alam dengan segala segi-seginya atau mendekati bentuk alam/natural. (Plato)
Ex : Melukis Danau sesuai dengan aslinya
*Seni adalah karya yang berasal dari alam, kemudian dibuat lebih indah sesuai ide dari pencipta/seniman (Aristoteles)
Ex : Melukis Danau dengan penambahan ide, sehingga tampak lebih indah dari aslinya
*Seni adalah karya manusia yang lebih mengutamakan segi kreativitas fisik dan psikologis (Shubert Read)
Ex : Melukis danau dengan sentuhan imajinasi si seniman.

Seni tari
Seni tari adalah seni yang berupa gerakan-gerakan yang indah dan berirama (ritmis).
Komponen utama sebagai alat ukur untuk menilai kemampuan seni tari, ada tiga yaitu, wiraga, wirama, dan wirasa.
Wiraga, adalah tertuju pada keterampilan memvisualisasikan setiap gerakan secara cermat dan tepat, dan hal ini akan berkaitan dengan daya ingat (hafal), penguasaan teknik - tekniknya, dan dalam membentuk gerakan tari.
Wirama, adalah ketepatan dalam mengatur & mengendalikan waktu dari setiap geraknya. Selain itu, perlu diukur pula antara ketepatan pengaturan waktu menggerakkannya dengan ketepatan dan keselarasan dengan pola irama dari musik pengiringnya.
Wirasa berkaitan dengan kemampuan menginterpretasikan isi tarian yang disalurkan melalui pengendalian rasa atau emosinya dalam upaya menjiwai tarian yang dibawakannya.

Seni Teater
Seni teater merupakan seni pertunjukkan yang memadukan berbagai unsur media seni seperti gerak, tari, maupun musik
Dengan mempelajari teater, kita bisa bereksplorasi dengan ruang gerak kita secara bebas dan bisa memahami karakter orang lain dengan cara memerankan karakter yang berbeda dengan diri kita sendiri.
Seni Sastra
Yang termasuk dalam seni sastra adalah puisi, cerpen, prosa, cerita pendek, cerita bersambung .

Pada masa kontemporer seni banyak mengalami perubahan baik secara kebendaan atau kajian estetiknya, bahkan landasan logika. Aturan-aturan yang telah ada seolah-olah dihancurkan. Yang dulu Seni menyenangkan sekarang sebaliknya. Kondisi ini terjadi karena sudah pada titik jenuh dan marah pada lingkungan, perlakuan pasar kapitalisme, dan kritikus.
SENI KONTEMPORER
Di era kontemporer ini banyak lahir bentuk seni baru, seperti ;
Klik Art : adalah bentuk seni yang dalam menghasilkan karya seni menggunakan alat bantu komputer dengan program seperti corel draw, photoshop.
Net Art : adalah bentuk seni yang dipamerkan di internet, dan gambar bisa diubah oleh siapa saja, bahkan inisial si pembuat juga bisa dirubah.
Vidio Art : seniman dalam berkarya memanfaatkan teknologi televisi yang terkoneksi dengan vidio atau komputer.
Edy (diambil dri :
Edy Prihantoro, SS., MMSI)